16 Des 2010

Cuka Apel

Kebiasaan mengkonsumsi obat kimia sudah jamak kita saksikan. Menurut para ahli herbal, memang untuk jangka pendek, efek samping kimia pada obat tidak terasa. Namun untuk jangka panjang, dipercaya dapat memunculkan penyakit baru. Untuk itulah, gaya hidup baru dewasa ini dengan kembali kepengobatan alami mulai banyak dipraktikan.

Bagi masyarakat umum, pastinya akan mengerutkan dahi apabila mendengar kata cuka sebagai salah satu alternatif pengobatan. Sebab selama ini cuka dikenal masyarakat rasanya kecut dan asam. Selain itu, cuka yang dikenal juga hanya bisa digunakan untuk campuran masakan. Sehingga, masyarakat beranggapan tidak mungkin cuka dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan.

Cuka apel adalah cuka hasil fermentasi alami dari sari buah apel jenis apel ana selama 40 hari. Apel dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ketika difermentasikan menjadi cuka, apel tetap saja bermanfaat.

Di dalam satu buah apel ana banyak sekali kandungan-kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Seperti halnya. protein 0,28%, lemak 0%, air 94,02%, abu 0,20%, karbohidrat 5,5%, energi 23,12 kalori, serat kasar 0,03%, kalium 50,68 ppm, kalsium 7,64%, magnesium 9,68%, besi 0,37 ppm, boron 6,28%, karoten 0,15 pg/g, vitamin C 14,21 mg/ 100ml, antosianin 0,036 ppm, total asam 4,25%.

Cuka apel merupakan sumber serat larut paling baik, bebas kolesterol dan lemak, serta mengandung natrium. Kandungan pektinnya juga efektif menekan kolesterol jahat penyumbat pembuluh darah (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Dengan mengkonsumsi cuka apel secara rutin satu bulan berturut-turut, dapat menghilangkan beberapa penyakit, seperti rematik, asam urat, hipertensi, jantung koroner, stroke, kencing manis, obesitas, osteoporosis, radang paru, radang tenggorokan, asma dan alergi, kanker, maag, sembelit, wasir, kepikunan, insomnia, ulkus atau luka dalam, luka bakar, kelelahan, penuaan dini serta menambah stamina dan vitalitas tubuh.

Mengkonsumsi cuka apel merupakan solusi murah untuk mengurangi keganasan dan komplikasi beragam penyakit, termasuk diabetes dan kolesterol yang berpotensi besar untuk memunculkan komplikasi jangka panjang serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan, stroke, bahkan kematian.

Disarankan untuk meminum cuka apel 1 - 2 sendok makan per hari dan diencerkan dengan segelas air ukuran 200 ml. Paling tidak sehari tiga kali setelah makan secara rutin dan teratur. Apabila saat mengkonsumsi cuka apel kurang manis bisa ditambahkan pemanis seperti sirup, gula, madu atau gula rendah kalori (untuk yang diabetes).

Sedangkan untuk yang mengalami gangguan maag, takaran minumnya dimulai dari 1 sendok teh, setelah itu bisa ditambah secara bertahap per satu sendok teh bila lambung tidak terasa perih lagi. Hal ini tujuannya untuk mengenalkan lambung akan asupan baru. Pertama agar luka lambung tidak kaget, kedua agar asam lambung tidak naik, yang mengakibatkan penyakit lambungnya makin parah.


Send big files the easy way with sendspace

Artikel yang sama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda suka dengan postingan ini
Berikan komentar Anda