13 Des 2010

Apel Sahabat Wanita Monopause

Apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat monopause. Gangguan penyakit pada saat monopause, seperti ancaman penyakit jantung dan kekeroposan tulang karena kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron yang terkandung dalam apel.

Apel mengandung serat dalam jumlah banyak. Selulosa adalah serat yang tidak larut dalam air yang berada pada kulit apel. Sedangkan pektin adalah tipe serat larut yang banyak dijumpai pada daging buah apel. Kedua bentuk serat ini sama-sama mempunyai kekuatan mencuci perut.

Serat larut, yaitu pektin dan gum membentuk gel dalam usus. Hal ini membuat orang merasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya bagi yang sedang menjalani program diet, apel dapat dijadikan sebagai pengganti makanan energi.

Selain itu, serat larut dapat mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan kolesterol darah. Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL adalah penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol baik, sehingga apel dipekirakan mampu memperkecil resiko penyakit jantung hingga 20%.

Serat larut pun ternyata mampu memperlambat masuknya glukosa dari pencernaan karbohidrat ke aliran darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengontrol penyakit kencing manis.

Apel banyak mengandung flavonoid dibandingkan buah-buahan lain. Zat ini mampu menurunkan resiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50%. Dan quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam apel dapat mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.


Send big files the easy way with sendspace 

Artikel yang sama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda suka dengan postingan ini
Berikan komentar Anda