Tampilkan postingan dengan label kedai wong edan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kedai wong edan. Tampilkan semua postingan

10 Feb 2011

Riwayat Ketika Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW

 Malam telah larut, tapi di kedai wong edan Mat Sani, Kang Somat dan Bang Udin terlibat pembicaraan yang sangat serius mengenai moral manusia di zaman sekarang ini. Sementara Bang Maul duduk dipojok ruangan memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan mereka.

"Moral manusia di zaman ini udah pada bobrok !" ujar Mat Sani.
"Iya, kerusakan moral udah terjadi dimana-mana, baik di kalangan atas sampai rakyat jelata. Baik yang di kota maupun yang di desa" Bang Udin menambahkan.
"Mereka sepertinya senang berteman dengan setan" kata Kang Somat Geram.
"Ngomong-ngomong masalah moral pernahkah mendengar suatu riwayat ketika iblis terpaksa bertamu kepada Rasullulah SAW" kata Bung Maul yang sedari tadi diam memperhatikan dan mendengarkan pembincaraan mereka.
"Belum, Bung !!!" jawab Mat Sani, Kang Somat dan Bang Udin serentak.
"Tolong kasih tau kami, Bung ?" kata Kang Somat.
"Begini nih riwayatnya" kata Bung Maul.


5 Nov 2010

Perduli

Hari masih pagi, tapi Ipul sudah nongkrong di kedai wong edan, asik menyeruput kopi pahit sambil sesekali menghisap rokok kreteknya dalam - dalam dan menghembuskan asapnya dengan perlahan.
"Dari kemarin disini sepi aje, Bung ?" tanya Ipul ke Bung Maul yang lagi menggoreng pisang.
"Pada kemana nih orang - orang yang biasa nongkrong disini ?" tanyanya lagi.
"Maksud Kamu siapa, Pul ?" tanya Bung Maul sambil menoleh.
"Itu loh Bang Udin, Kang Somat dan Mat Sani, mereka pada kemana ya, Bung ?"
"Bang Udin dan Kang Somat, mereka jadi relawan merapi, kalo Mat Sani sih gini hari masih molor dia." kata Bung Maul.
"He he he Mat Sani, Mat Sani, orang lain ngebantu yang kena musibah dia malah enak - enakan tidur" gerutu Ipul.
"Kamu sendiri bagaimana Pul ?, kok enak - enakan ngopi, ngerokok dan nyantai - nyantai aja" sindir Bung Maul.
"Ngak ikut jadi relawan ?"

23 Okt 2010

Menjual Mimpi

Wajah Mat Sani kelihatan muram tak bersemangat. Gerahamnya terkatup menahan amarah. Sementara di sudut ruangan kedai wong edan Bang Udin duduk termenung, pikirannya melayang entah kemana.
"Ada - ada aja nih tingkah laku manusia" kata Kang Somat yang tiba - tiba masuk mengejutkan Mat Sani dan Bang Udin.
"Udah tau kok ngomong !" sergah Bang Udin.
"Kamu bisanya cuman mengkeritik aja Kang.." kata Mat Sani merasa tersindir oleh kata -kata Kang Somat.
"Memangnya perkataan saya menyinggung kamu, San ?"
"Bukannya menyinggung, tapi juga menikam......."
"Aha, kalo begitu perkataan saya ada benarnya kan, San !"
"Benar, memang, tapi ada salahnya !"
"Salah bagaimana ?"
"Sekarang ini emang banyak manusia yang berkelakuan atau bertingkah aneh. Tapi ngak semuanya seperti itu, Kang !!"